Total Pageviews

Kata-Kata Hikmah Imam Syafi'i & Kata Nasihat Menusuk ke Jiwa

by - April 24, 2018

Kata-Kata Hikmah Imam Syafi'i & Kata Nasihat Menusuk ke Jiwa


Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung peritnya kebodohan.

Aku mampu berhujah dengan 10 orang yang berilmu tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, kerana orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu.

Lidahmu jangan kau biarkan menyebut kekurangan orang lain, sebab kaupun punya kekurangan dan orang lainpun punya lidah.

Jika tidak disibukkan dengan kebaikan, maka kamu akan disibukkan dengan keburukan.

Jangan cintakan orang yang tidak cintakan Allah. Kalau dia boleh meninggalkan Allah, apalagi meninggalkan kamu.

Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.

Dosa-dosaku kelihatan terlalu besar buatku, tapi setelah kubandingkan dengan keampunanMu Ya Allah… ternyata keampunanMu jauh lebih besar.

Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang, angkasa pun menjadi sempit.

Letakkan akhirat di hatimu, dunia di genggaman tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.

Sebesar-besar aib (keburukan) pada diri seseorang adalah orang yang asyik mencari dan mengata keburukan orang lain sedangkan keburukan itu terdapat dalam dirinya sendiri.

Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara: malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan.

Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.

Kamu seorang manusia yang dijadikan daripada tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.

Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, menjadi mati lalu membusuk.

Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.

Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta dunia sekaligus cinta Allah, maka dia telah berdusta.

Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, nescaya aku tidak akan membelinya.

Berapa ramai manusia yang masih hidup dalam kelalaian sedangkan kain kafannya sedang ditenun.

Sesiapa yang mempelajari Quran, besar harga dirinya. Sesiapa yang mempelajari hadis, tinggi martabatnya. Sesiapa yang mempelajari bahasa, lembut hatinya. Sesiapa yang mempelajari ilmu nisab, tajam pandangannya. Dan sesiapa yang tidak memelihara dirinya tidak bererti ilmunya.

Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.

Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.

Jadikan akhiratmu di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.

Kurangilah kesenanganmu pada dunia, agar berkurang kedukaanmu di akhirat.

Nilai seorang pemuda, demi Allah, terletak pada ilmu dan takwa. Tanpa ilmu dan takwa, maka ia tidak memiliki harga diri.

Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu; dan barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu.

Marahnya orang yang mulia bisa terlihat dari sikapnya. Dan marahnya orang yang bodoh terlihat dari ucapan lisannya.

Andaikan dunia dijual di pasar, pasti aku tidak akan membelinya walau dengan harga sepotong roti, karena aku melihat kejelekan di dalamnya.

Ilmu itu adalah cahaya Allah, sedangkan cahaya Allah tidak bisa bersatu dengan kemaksiatan.

Yang paling nampak pada diri manusia adalah kelemahannya. Maka barang siapa melihat kelemahan dirinya sendiri, ia akan menggapai keseimbangan terhadap perintah Allah.

Orang bodoh yang berakal nilainya sama dengan orang cerdas yang pelupa.

Pilar kepemimpinan itu ada lima; Perkataan yang benar, menyimpan rahasia, menepati janji, senantiasa memberi nasehat dan menunaikan amanah.

Keredhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.

Kenyang itu akan membuat badan jadi berat, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mengajak tidur dan melemahkan ibadah.

Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.

Siapa yang menginginkan khusnul khatimah di penghujung umurnya, hendaknya ia berprasangka baik kepada manusia.

Dunia adalah tempat yang licin nan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunannya akan runtuh, penghuninya akan beralih ke kuburan, perpisahan dengannya adalah sesuatu kenescayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bermegah-megahan adalah suatu kerugian, maka memohonlah perlindungan Allah, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya. Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya hidupmu di dunia akan sirna, dindingnya juga hilang dan hancur, maka perbanyaklah perbuatan baik dan jangan terlalu banyak berangan-angan.

Kata-Kata Hikmah Imam Syafi'i & Kata Nasihat Menusuk ke Jiwa
Kata-Kata Hikmah Imam Syafi'i & Kata Nasihat Menusuk ke Jiwa
PETUA IMAM AL-SYAFIE

4 Perkara Menajamkan Fikiran
- bercakap dengan orang soleh
- tidak banyak berbual kosong
- bergaul dengan para 'ulama
- rajin bersugi (gosok gigi)

4 Perkara Menajamkan Mata
- duduk mengadap kiblat
- bercelak sebelum tidur
- memandang yang hijau
- berpakaian bersih

4 Perkara Menguatkan Badan
- berpakaian dari kapas
- memakai haruman
- makan daging
- kerap mandi

4 Perkara Merosakkan Mata
- memandang najis
- melihat orang dibunuh
- melihat kemaluan
- membelakang kiblat

4 Perkara Melemahkan Badan
- banyak bersetubuh
- selalu cemas
- banyak minum ketika makan
- banyak makan bahan masam


Puisi Imam As-Syafie (tentang merantau)

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berleha-lehalah, manisnya hidup terasa setelah berjuang

Aku melihat air menjadi rosak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh mengenang.

Singa jika tidak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

nukilan-- Imam asSyafie (767~820)

puisi imam syafie
Puisi Imam Syafi'i

Best kan kata-kata hikmah, kata-kata mutiara, kata-kata nasihat, pesan dan petua Imam As-Syafie? SANGAT BEST! Dan sangat deep hokayhh haha. Tertusuk ke jiwa raga yang paling dalam. Moga jadi peringatan buat kita sama-sama dan muhasabah diri sebelum tidur.

Selamat malam! Daa~ wassalam! :)

You May Also Like

3 comments

Silakan comment. Jangan malu, jangan segan yew :p