TOTAL PAGEVIEWS BLOG

Puisi #65 "62 Matahari terkesiap dari guapurbanya"

by - September 30, 2019
Disebabkan saya suka puisi, tapi tak cukup kreatif & tak pandai create puisi.. 
Dan juga disebabkan saya minat dengan puisi, tapi tak cukup kosa kata yang mengancam.. 
So, apalagi... pinjam puisi orang lain lah! hahaha.


Puisi "62 Matahari"


62 matahari terkesiap dari guapurbanya
62 matahari dalam genggaman marhaen hina dina
Apakah cenderawasih berhenti mengingau?
Bulan, taulan, taufan, rawan, gemawan,
Silam pualam, nestapa buruk meringkuk puyuh
Ini aduh bulan. Ini keluh wira tak dikenal biduan
Huruf-huruf maknawi pada sayap-sayapnya
nila abadi, emas kemuning, ungu narwastu
apakah kau sang penyuluh
mekar dengan gegar
apakah rindu sudah
dipatahkan oleh pendar pijar

62 matahari menjadi payung robek punah nanah
62 matahari dengan huruf-huruf violet
Semenanjungku luka dan itu sayap-sayap
cenderawasih kembali dari negeri jauh, kekasihnya
Mati terbunuh. Tak usah kau
tanyakan naratif
jentayu dan camar, sudah lahirkah Dajal memar
Bermata satu. Perisaimu al-Kahfi sejambak mawar
Membawa nota muram dan
buram. Siapa
Pemikat rakus menghisap darah hitam
Tusukan Ganja Iras, bertahun
dagang menggalas
Jejak ditikam tak mati-mati
juga! Ikan-ikan timbul
bermain
Membaca seloka Sang Hakikat, Wahai penyair
"Ini wajahmu. Ini wajahku.
Ini Mawar tanpa kelopak.
62 Matahari dan sayap-sayap cenderawasih
62 Matahari dalam sayatan-sayatan Hikayat Rindu.
Huruf-huruf mengapung
abadi, mengapung
puisi 62 matahari
puisi 62 matahari | image: Google
Nukilan oleh.... sorryy haritu terrbuang keratan akhbar puisi tersebut. tak sempat nak tulis nama penulis puisi yang hebat ini. Credit to him.

Sumber: Mingguan Malaysia

You May Also Like

3 comments

  1. Ain pernah suka puisi, pernah la try2 nak menulis tpi ntah dah hilang minat plus sedar yg tak faham sgt kadang2 maksud tersirat tersurat ni

    ReplyDelete

Silakan comment. Jangan malu, jangan segan yew :p